Menikmati Alam Wisata Gunung Tangkuban Perahu

Meski penuh misteri, alam wisata Gunung Tangkuban Perahu dengan legenda Sangkuriang-nya serta 3 kawah yang akan menyambut anda menikmati salah satu destinasi terbaik di Kota Kembang Bandung.

Keindahan Wisata Gunung Tangkuban Perahu dan Legenda Sangkuriang

Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung api yang berstatus aktif yang terletak di Bandung Utara tepatnya di Cikole, Lembang atau berjarak kurang lebih 20 km dari pusat kota Bandung. Berdasarkan catatan, gunung milik Sangkuriang ini terakhir meletus pada tahun 2013.

Tangkuban Perahu.

Sebagai gunung api berstatus aktif, Gunung Tangkuban Perahu dengan ketinggian 2.048 mdpl ini masih terus mengeluarkan gas belerang dari perut bumi. Bahkan di kawasan Ciater, sumber air panas alami masih banyak ditemukan mengalir di kaki gunung. Walau statusnya yang bisa membahayakan kapan saja, Gunung ini masih tergolong aman untuk dikunjungi. Di siang hari, suhu udara di gunung ini berkisar antara 15 – 17 derajat Celcius dan dapat mencapai titik terdingin yaitu 2 derajat Celcius pada malam hari. Perpaduan sempurna antara suhu udara yang menusuk tulang dan sumber air panas alami yang menghangatkan badan.

Tak hanya sumber air panas alami yang mengalir di kawasan wisata alam Gunung Tangkuban Perahu, ratusan hektar kebun teh yang dapat anda nikmati sepanjang perjalanan ke puncak gunung pastinya akan memberikan kesejukan dan ketenangan tersendiri terlebih ketika anda membutuhkan refreshing dari kesibukan kerja yang menumpuk. Ketika anda bermain di kebun teh ini, jangan heran jika melihat banyak pasangan yang akan menikah mengabadikan moment pemotretan pre-wedding di tempat wisata alam Bandung ini.

Asal-usul nama Tangkuban Perahu sendiri diangkat dari kisah legenda Sangkuriang yang jatuh cinta pada seorang gadis yang tak lain adalah ibunya sendiri, Dayang Sumbi. Mengetahui niatan Sangkuriang untuk menikahinya, Dayang Sumbi pun berusaha untuk mengagalkannya denggan memberi syarat kepada Sangkuriang untuk membuat perahu dalam waktu satu malam. Karena usahanya gagal membuat perahu dalam semalam, Sangkuriang yang marah lalu menendang perahu setengah jadi buatannya tersebut sehingga mendarat dengan posisi terbalik dan terbentuklah sebuah gunung yang kini begitu ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sejarah Terbentuknya 3 Kawah di Gunung Tangkuban Perahu

Dahsyatnya letusan Gunung Tangkuban Perahu di masa lalu membuat banyak kerusakan yang cukup parah di area puncak. Namun kerusakan yang terjadi akibat fenomena alam ini tidak semata-mata menimbulkan kerugian. Buktinya area kawah yang terbentuk akibat letusan tersebut kini menjadi salah satu daya tarik utama untuk dikunjungi saat Anda berkunjung ke Kota Bandung. Dari sejumlah kawah yang terbentuk, ada 3 kawah yang paling terkenal dan sangat ramai dikunjungi wisatawan yakni:

1. Kawah Ratu

Kawah Ratu Tangkuban Perahu. Photo : Indonesiaexplorer.net

Kawah Ratu merupakan kawah terbesar yang terdapat di puncak Gunung Tangkuban Perahu. Kawah yang hanya bisa di saksikan dari ketinggian karena memiliki pagar pembatas untuk menjaga keselamatan ini memiliki struktur tanah berwarna putih agak kehijauan dengan bebatuan berwarna kekuningan di sekelilingya. Sekilas Kawah Ratu ini agak mirip dengan lokasi wisata Kawah Putih Ciwidey.

Banyak hal menarik yang bisa Anda lakukan di sekita Kawah Ratu seperti menunggangi kuda mengelilingi daerah ini atau mencoba lezatnya kuliner khas penduduk sekitar yaitu ketan bakar. Untuk menghangatkan tubuh, Anda bisa memesan Indomie rebus atau teh hangat yang banyak di jajakan oleh kios-kios yang terdapat di sekitar kawah.

 

2. Kawah Upas

Kawah Upas Tangkuban Perahu

Walau berada tidak jauh dari Kawah Ratu, Kawah Upas cenderung agak kekurangan pengunjung. Selain karena ukuran kawah yang lebih kecil, untuk mencapai kawah ini dibutuhkan nyali yang lumayan besar karena harus melewati jalan terjal berpasir.

3. Kawah Domas

Kawah Domas Tangkuban Perahu.

Jika di Kawah Ratu Anda hanya diperbolehkan untuk mengintip dari kejauhan, di Kawah Domas Anda bisa lebih dekat bersentuhan dengan hangatnya area kawah belerang Gunung Tangkuban Perahu. Yang paling menarik dari kawah ini adalah Anda diperbolehkan untuk mengetahui berapa suhu kawah ini. Caranya dengan memasukkan telur selama beberapa menit ke area kawah. Jangan kaget ketika mengambil telur tersebut sudah dalam keadaan matang dan siap untuk di santap.

Transportasi dan Rute ke Gunung Tangkuban Perahu

Untuk mencapai tempat wisata alam yang sangat populer di Kota Bandung ini anda dapat melalui 2 rute yang transportasinya pun sangat mudah jika anda tidak memiliki mendaraan pribadi. Berikut Rute yang bisa Anda pilih untuk mencapai kawasan wisata Tangkuban Perahu:

Bagi pengguna kendaraan pribadi dapat melalui jalur tol Pasteur menuju Lembang atau menggunakan rute tol Padalarang – Cimahi dan di teruskan ke daerah Lembang. Dari Lembang ke Gunung Tangkuban Perahu sangat mudah karena di setiap persimpangan jalan terdapat penunjuk arah.
Sedangkan jika menggunakan kendaraan umum, Anda bisa mulai dari Terminal Leuwi Panjang dengan menaiki bis Bandung – Indramayu dan turun di pertigaan gerbang Tangkuban Perahu.

Harga Tiket Masuk ke Kawasan Wisata Gunung Tangkuban Perahu

Di tahun 2015 ini, tiket masuk ke Gunung Tangkuban Perahu sedikit mengalami kenaikan. Hal yang wajar untuk meningkatkan sarana dan prasarana. Adapun harga tiket masuk tahun 2015 adalah sbb:

1. Untuk Wisatawan Lokal:
– Tiket masuk Rp 20.000/ orang untuk hari biasa dan Rp 30.000/ orang untuk hari libur.
– Parkir motor Rp 12.000 untuk hari biasa dan Rp 17.000 untuk hari libur.
– Parkir bis Rp 110.000 untuk hari biasa dan Rp 150.000 untuk hari libur.

2. Untuk Wisatawan Mancanegara:
– Tiket masuk Rp 200.000/ orang untuk hari biasa dan Rp 300.000/ orang untuk hari libur.
Untuk harga parkir kurang lebih sama.

Yuk tinggalkan jejakmu dan komentar ya