Memeriahkan Suasana Upacara Potong Gigi di Bali

Bali selalu memiliki banyak daya tarik tersendiri. Saat anda berkunjung kesana, ada banyak upacara adat yang dapat anda saksikan, bahkan hampir di setiap bulan di sepanjang tahun anda dapat melihat banyak atraksi kearifan lokal di Pulau Dewata tersebut. Satu dari tradisi yang masih diyakini dan dilakukan oleh masyarakan Bali adalah upacara potong gigi. Upacara ini dilakukan oleh para anak yang dianggap sudah memasuki usia remaja, sebagai wujud dari perkembangan diri mereka. Bagi para penganut agama Hindu di Bali, upacara ini merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap orang saat mereka menginjak usia remaja.

Menurut sejarahnya, upacara ini memiliki makna untuk melepaskan diri dari eratan kejahatan dan kegelapan di masa mendatang. Pasalnya, godaan dan ujian yang akan dilalui oleh manusia di kala dewasa akan lebih berat daripada godaan yang dialami ketika anak-anak. Sehingga bersamaan dengan dipotongnya gigi, makan akan terlepas pula pengaruh Sad Ripu yang sebelumnya ada pada diri manusia.

Ciri-ciri seorang anak yang akan menginjak usia dewasa dan siap untuk dihadapkan pada ritual potong gigi ini adalah bagi perempuan, ia sudah mengalami haid. Maka upacara akan dilakukan seletah haidnya yang pertama. Sedangkan bagi laki-laki, ia dikatakan sudah menginjak dewasa ketika terjadi perubahan pada suaranya menjadi berat dan serak seperti yang biasa terjadi pada laki-laki pada masa pubertas umumnya. Saat itu ia siap untuk menjalankan tradisi ini. Selain persyaratan tersebut, keluarga juga diharuskan untuk memiliki kesiapan finansial untuk menanggung biaya rangkaian upacara adat. Pasalnya ada banyak hal yang perlu dipersiapkan mulai dari biaya makanan para tamu, biaya untuk tabib yang akan memotong gigi sang anak, dan lain sebagainya.

Baca Juga  Rekomendasi 10 Tempat Wisata Terindah di Indonesia

Saat anda mengunjungi Bali, anda dapat menemukan tradisi adat seperti ini dilakukan di pura-pura Hindu yang ada disana. Anda dapat melihat anak yang akan dipotong giginya didandani dengan riasan ala Bali dan berbaring sambil membuka lebar mulut. Sedangkan didepat mereka para tabib atau petinggi agama yang dianggap mampu mensucikan diri si anak dari belenggu setan jahat. Para keluarga dan para tamu terlihat mengelilingi atau berada di belakang tempat anak berbaring untuk dipotong giginya. Mereka bersama-sama melantunkan doa untuk mengusir roh jahat sehat bersamaan dengan tanggalnya potongan gigi si anak.

Upacara potong gigi ini dikenal oleh masyarakat lokal sebagai upacara Mepandes. Menyaksikan langsung adat yang masih dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Bali tentu akan membuat anda merasa takjub dan memiliki kepuasan tersendiri. Faktanya, banyak para wisatawan baik asing maupun mancanegara yang senang dalam menyaksikan ritual adat yang dilaksanakan oleh warga lokal tersebut, dan anda harus berbangga diri sebagai warga Indonesia karena negara ini memiliki kearifan lokal yang masih terjaga dengan sangat baik.

Yuk tinggalkan jejakmu dan komentar ya